Nostalgia Perlawanan

Ada banyak cara orang Aceh bernostalgia tentang konflik di kampungnya. Kebanyakan orang Aceh –persis film Hindustan- senang dengan hal-hal bernuansa patriotik dan pengorbanan. Saya mencoba mengambil cara lain mengenang konflik dan sembilan tahun perdamaian Aceh. Tulisan ini saya dedikasikan untuk adik-adik di Komunitas Kotak Hitam yang bekerjasama dengan BEM FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu […] Seterusnya

Monolog

Politik itu ruang berisi, bukan ruang kosong. Bentuknya tidak tetap, berarti berubah-ubah. Supaya bisa disebut, sebuah ruang membutuhkan nama. Perlu garis, bundar, segi empat atau segi lima. Lalu, bentuk ini melahirkan eksistensialisme yang bisa melakukan apa saja. Termasuk membunuh teman, anak atau ayah kandungnya sendiri. Begitulah politik menerjemahkan diri dalam ruang besar kehidupan. Politik adalah […] Seterusnya

Jawa adalah Koentji

Yusri Ihza Mahendra menulis di akun twitternya, “Kampanye cukup di enam provinsi saja, Banten, DKI, Jabar, Jateng, Jatim dan DIY. Menang di Jawa, sudah memenangkan 65 persen pemilih”. Pimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI), D.N. Aidit dalam rumusan memenangkan revolusi komunisme Indonesia mengatakan, “Jawa adalah koentji”. Menguasai Jawa sama dengan menguasai Indonesia. Kedua tokoh ini sama-sama […] Seterusnya

Kautsar Yang Kritis Dan Energik

Kautsar adalah pribadi yang kritis dan energik sejak masih remaja. Suka mengkritisi keadaan yang kadang  tidak sesuai dengan  semestinya. Jiwa propagandanya sudah terlihat sejak masa itu. Ini membuat beberapa teman sekelas dengannya, yang merasa senasib ikutan bergabung dalam barisannya. Bicara tentang orasi panggung, dia memang rajanya. Darah yang mengalir dari orang tuanya begitu kentara. Bakat […] Seterusnya

Cenayang Politik

13 Februari 2000, sehari sebelum ulang tahun saya, Bang Tu (panggilan untuk bang Kautsar, S.Hi) bertanya, “Kalau Sulthan ulang tahun besok (14 Februari), mau hadiah apa?”. Spontan saya menjawab; mau sepatu roda. Esok harinya Bang Tu datang membawa kado paling besar. Kado pertama yang saya buka. Sesuai permintaan, Bang Tu membawa sepasang sepatu roda. Tahun […] Seterusnya