Tulisan Tanpa Judul; Mengenang 13 tahun Perdamaian Aceh.

Tulisan ini saya tulis tiga belas tahun lalu, saat Gerakan Aceh Merdeka dan Republik Indonesia baru saja menandatangani kesepakatan Helsinki. Tulisan ini sudah pernah dimuat di opini Serambi Indonesia, tanggal, hari dan bulannya saya sudah tidak ingat lagi. Sehubungan dengan peringatan 13 tahun perdamaian Aceh, serta untuk sekedar bernostalgia dengan pikiran-pikiran muda saya dalam melihat, […] Seterusnya

Perjuangan Demokrasi Indonesia vs Perjuangan Aceh; Terawangan Masa Lampau

Tulisan ini sengaja ditulis mengenang gerakan reformasi Indonesia sembilan belas tahun lalu. Terima kasih kepada teman-teman yang sudah terlibat di tahun-tahun yang berpeluh tanpa keluh. — Mana lebih penting; isu pembangunan demokrasi nasional atau pembebasan lokal? Pertanyaan ini kerap jadi perdebatan dikalangan pejuang demokrasi Aceh. Pikiran yang berkembang saat itu, kita tak perlu ambil pusing […] Seterusnya

Liberalitarian, Kapitalisme dan Sekulerisme dari Ruang Kelas

Pagi di awal Oktober 2016. Satu kelompok yang terdiri dari enam mahasiswa mendapat giliran mempresentasikan tulisan tentang Perbandingan Hukum: Common Law dan Civil Law. Keduanya mengenai sistem hukum di Eropa. Juru bicara kelompok memaparkan keagungan hukum barat yang menjadi rujukan atau diadopsi oleh negara-negara yang pernah dijajahnya. Negara bekas jajahan Inggris (commonwealth) menerapkan Common Law, dan […] Seterusnya

Berkaca ke Pilkada 2006; H2O versus Irwandi

Pilkada 2006, hampir tak ada yang mengatakan kalau pasangan Humam Hamid-Hasbi Abdullah akan kalah dalam pilihan raya yang pertama digelar secara langsung di Indonesia. Bagi Aceh, menjadi lebih istimewa karena pemilihan raya ini pertama kali dilakukan setelah penandatanganan damai antara pemerintah dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Pasangan Humam-Hasbi, disingkat H2O menang di pencitraan tingkat atas. […] Seterusnya