Berkaca ke Pilkada 2006; H2O versus Irwandi

Pilkada 2006, hampir tak ada yang mengatakan kalau pasangan Humam Hamid-Hasbi Abdullah akan kalah dalam pilihan raya yang pertama digelar secara langsung di Indonesia. Bagi Aceh, menjadi lebih istimewa karena pemilihan raya ini pertama kali dilakukan setelah penandatanganan damai antara pemerintah dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Pasangan Humam-Hasbi, disingkat H2O menang di pencitraan tingkat atas. […] Seterusnya

Koalisi dan Kompromi

Beberapa minggu sebelum deklarasi 8 partai politik membentuk Koalisi Aceh Bermartabat, ada gerakan khusus dilakukan segelintir politisi Aceh dalam membangun koalisi politik di DPRA (Dewan Perwakilan Rakyat Aceh). Tanpa menyertakan Partai Aceh, mereka berkumpul di Medan.

Monolog

Politik itu ruang berisi, bukan ruang kosong. Bentuknya tidak tetap, berarti berubah-ubah. Supaya bisa disebut, sebuah ruang membutuhkan nama. Perlu garis, bundar, segi empat atau segi lima. Lalu, bentuk ini melahirkan eksistensialisme yang bisa melakukan apa saja. Termasuk membunuh teman, anak atau ayah kandungnya sendiri. Begitulah politik menerjemahkan diri dalam ruang besar kehidupan. Politik adalah […] Seterusnya

Cenayang Politik

13 Februari 2000, sehari sebelum ulang tahun saya, Bang Tu (panggilan untuk bang Kautsar, S.Hi) bertanya, “Kalau Sulthan ulang tahun besok (14 Februari), mau hadiah apa?”. Spontan saya menjawab; mau sepatu roda. Esok harinya Bang Tu datang membawa kado paling besar. Kado pertama yang saya buka. Sesuai permintaan, Bang Tu membawa sepasang sepatu roda. Tahun […] Seterusnya