Berkaca ke Pilkada 2006; H2O versus Irwandi

Pilkada 2006, hampir tak ada yang mengatakan kalau pasangan Humam Hamid-Hasbi Abdullah akan kalah dalam pilihan raya yang pertama digelar secara langsung di Indonesia. Bagi Aceh, menjadi lebih istimewa karena pemilihan raya ini pertama kali dilakukan setelah penandatanganan damai antara pemerintah dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Pasangan Humam-Hasbi, disingkat H2O menang di pencitraan tingkat atas. […] Seterusnya

Monolog

Politik itu ruang berisi, bukan ruang kosong. Bentuknya tidak tetap, berarti berubah-ubah. Supaya bisa disebut, sebuah ruang membutuhkan nama. Perlu garis, bundar, segi empat atau segi lima. Lalu, bentuk ini melahirkan eksistensialisme yang bisa melakukan apa saja. Termasuk membunuh teman, anak atau ayah kandungnya sendiri. Begitulah politik menerjemahkan diri dalam ruang besar kehidupan. Politik adalah […] Seterusnya

Jawa adalah Koentji

Yusri Ihza Mahendra menulis di akun twitternya, “Kampanye cukup di enam provinsi saja, Banten, DKI, Jabar, Jateng, Jatim dan DIY. Menang di Jawa, sudah memenangkan 65 persen pemilih”. Pimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI), D.N. Aidit dalam rumusan memenangkan revolusi komunisme Indonesia mengatakan, “Jawa adalah koentji”. Menguasai Jawa sama dengan menguasai Indonesia. Kedua tokoh ini sama-sama […] Seterusnya

Nomormu Akan Aku Tusuk

Sebenarnya saya sudah berpikir golput tahun ini. Tanpa sengaja, saya melihat baliho bang Kautsar. Saya langsungmengatakan; ini yang saya cari. Anak muda dengan raut wajah seorang pemimpin. Saya langsung mencari tau latar belakang bang Kautsar dari facebook. Bertanya kepada sesame mantan kombatan GAM dan tengku-tengku yang ada di Partai Aceh. Setelah mendengar cerita mereka tentang […] Seterusnya

Aceh Bukan Planet Sendiri

Yang berpikiran sempit berkesimpulan, “Apa yang berlaku disuatu tempat tidak memiliki kaitan dengan tempat yang lain. Sebaliknya, sesuatu yang terjadi di tempat kita, tidak membawa pengaruh kepada tempat yang lain”. Kita memandang dunia ini, negara dan daerah kita, sesuatu yang tidak memiliki hubungan dengan sesuatu diluarnya. Beginilah cara pikir orang-orang dibawah tempurung. Pernahkah kita renungkan, […] Seterusnya

Kantongnya, Tangannya, Pikirannya

Pintu terbuka. Selang beberapa detik, seseorang muncul, menyodorkan tangannya kepada saya.  “Ardi”. Saya menyambut tangannya dan spontan meyebutkan nama sendiri. “Kautsar”. Demikian sosok tersebut menyebut dirinya. Itulah awal perkenalan saya dengan si “Abang”, demikian orang memanggilnya. Gaya kami berkenalan sama seperti orang lain pada umumnya. Abang adalah panggilan yang kami berikan khusus untuknya. Entah dia […] Seterusnya