Kantongnya, Tangannya, Pikirannya

Pintu terbuka. Selang beberapa detik, seseorang muncul, menyodorkan tangannya kepada saya.  “Ardi”. Saya menyambut tangannya dan spontan meyebutkan nama sendiri. “Kautsar”. Demikian sosok tersebut menyebut dirinya. Itulah awal perkenalan saya dengan si “Abang”, demikian orang memanggilnya. Gaya kami berkenalan sama seperti orang lain pada umumnya. Abang adalah panggilan yang kami berikan khusus untuknya. Entah dia […] Seterusnya