Dari Micut Kepada Nya’ Tu

Kepada Nya’ Tu (I)   Tidak aku ingin bertutur tentang  kamu itu siapa Bukan aku ingin membuktikan  baktimu apa saja Pun, tak hendak mengabari  bahwa dirimu adalah ksatria Karena, semua itu tlahpun tersampaikan dengan sempurna Oleh handai taulan, oleh teman-teman seperjuangan,  dan juga oleh adik-adik semua   Aku…. Hanya ingin membisikkan cinta yang berlimpah Dari […] Seterusnya

Rela Susah Demi Aceh

Saya (Abdul Hanif) mantan anggota TNA yang terpilih menjadi pasukan khusus Komando Tengkorak,  di Bireuen. Teman-teman biasa memanggil saya Don. Domisili di gampong Cot Mesjid, Juli, Bireuen. Pasukan khusus Komando Tengkorak tersebar di wilayah Bate Iliek. Bagaimana saya bertemu bang Kautsar  pertama? Tahun 2002, Panglima (Alm) Adi P mengutus saya untuk mengawal seorang mahasiswa. Kautsar […] Seterusnya

Kautsar Yang Kritis Dan Energik

Kautsar adalah pribadi yang kritis dan energik sejak masih remaja. Suka mengkritisi keadaan yang kadang  tidak sesuai dengan  semestinya. Jiwa propagandanya sudah terlihat sejak masa itu. Ini membuat beberapa teman sekelas dengannya, yang merasa senasib ikutan bergabung dalam barisannya. Bicara tentang orasi panggung, dia memang rajanya. Darah yang mengalir dari orang tuanya begitu kentara. Bakat […] Seterusnya

Cenayang Politik

13 Februari 2000, sehari sebelum ulang tahun saya, Bang Tu (panggilan untuk bang Kautsar, S.Hi) bertanya, “Kalau Sulthan ulang tahun besok (14 Februari), mau hadiah apa?”. Spontan saya menjawab; mau sepatu roda. Esok harinya Bang Tu datang membawa kado paling besar. Kado pertama yang saya buka. Sesuai permintaan, Bang Tu membawa sepasang sepatu roda. Tahun […] Seterusnya

Aceh Bukan Planet Sendiri

Yang berpikiran sempit berkesimpulan, “Apa yang berlaku disuatu tempat tidak memiliki kaitan dengan tempat yang lain. Sebaliknya, sesuatu yang terjadi di tempat kita, tidak membawa pengaruh kepada tempat yang lain”. Kita memandang dunia ini, negara dan daerah kita, sesuatu yang tidak memiliki hubungan dengan sesuatu diluarnya. Beginilah cara pikir orang-orang dibawah tempurung. Pernahkah kita renungkan, […] Seterusnya

Kantongnya, Tangannya, Pikirannya

Pintu terbuka. Selang beberapa detik, seseorang muncul, menyodorkan tangannya kepada saya.  “Ardi”. Saya menyambut tangannya dan spontan meyebutkan nama sendiri. “Kautsar”. Demikian sosok tersebut menyebut dirinya. Itulah awal perkenalan saya dengan si “Abang”, demikian orang memanggilnya. Gaya kami berkenalan sama seperti orang lain pada umumnya. Abang adalah panggilan yang kami berikan khusus untuknya. Entah dia […] Seterusnya