Saya dan Pemboikotan Pelantikan Bupati Pidie oleh Fraksi PA di DPRK

Pendapat saya terkait pemboikotan Fraksi Partai Aceh (PA) Pidie pada sidang paripurna pelantikan Bupati Kabupaten Pidie di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) :

  1. PA Pidie bukan tidak mengakui kemenangan Abusyik sebagai Bupati Pidie, pemboikotan ini adalah aksi politik menghargai sikap DPW yang melakukan gugatan atas keabsahan ijazah Abusyik.
  2. PA Pidie mencurigai ijazah Abusyik palsu. Ketika proses pendaftaran Pilkada dulu, ijazah Abusyik sudah dipertanyakan berbagai kalangan di Pidie tentang keabsahannya.
  3. Dugaan palsu ijazah Abu Syik membuat Ketua PA Pidie, Sarjani menggugat institusi yang mengeluarkan ijazah palsu tersebut. Dalam hal ini Departemen Agama dan Kepala MIN Gampong Aree, Pidie.
  4. Sarjani memandatkan gugatan tersebut kepada penasehat hukum Safaruddin,SH dari YARA.
  5. Tindakan pemboikotan pelantikan Abusyik hanya untuk memberi tekanan politik supaya pihak terkait serius menyelesaikan kasus ijazah palsu Abu Syik.
  6. PA Pidie sangat mengerti, ketidakhadiran mereka dalam sidang pelantikan tidak akan berdampak apapun terhadap pelantikan itu sendiri. Bahkan bisa bercitra buruk bagi partai.
  7. Namun, PA Pidie tetap melakukannya sebagai upaya politik mendukung upaya hukum yang dilakukan kuasa hukumnya. Dalam hal ini sah-sah saja dan biasa.
  8. Sikap ini tentu akan melahirkan krisis politik di Pidie. Satu-satunya solusi kepada penegak hukum segera melakukan proses hukum terhadap tuduhan ijazah palsu tersebut dengan terbuka, adil dan fair.
  9. Kalau tidak terbukti, citra PA akan lebih buruk lagi dan berdampak kepada hasil Pemilu
  10. Sikap yang diambil PA Pidie sebagai bukti PA mengakui negara kita negara hukum sekaligus negara demokrasi dimana politik dan hukum adalah dua sisi mata uang yang saling berketerkaitan.
  11. Gugatan ijazah palsu kepada Bupati terpilih juga pernah dialamatkan kepada Bupati Aceh Tmur periode 2006, Muslim Hasballah. Bedanya gugatan tersebut tidak melibatkan pemboikotan di DPRK karena penggugat berasal dari calon independen. Hasil pemeriksaan Muslim tidak bersalah.
  12. Terkait beda sikap antara Sarjani dan Abu Razak, saya tidak tahu mana yang institusional dan mana yang bersifat pribadi. Yang bisa menjawab ini ialah Mualem Muzakir Manaf.
  13. Apakah Abu Razak punya hak untuk datang? Saya pikir semua kita adalah manusia merdeka. Namun karena ini tindakan politik tentu ada konsekwensi politik.
  14. Akhirnya, saya mengajak semua pihak untuk menghormati sikap yang diambil oleh PA Pidie.

Demikian pendapat saya tentang pemboikotan sidang paripurna Pidie oleh Fraksi Partai Aceh.