Rela Susah Demi Aceh

Don Juli

Saya (Abdul Hanif) mantan anggota TNA yang terpilih menjadi pasukan khusus Komando Tengkorak,  di Bireuen. Teman-teman biasa memanggil saya Don. Domisili di gampong Cot Mesjid, Juli, Bireuen. Pasukan khusus Komando Tengkorak tersebar di wilayah Bate Iliek.

Bagaimana saya bertemu bang Kautsar  pertama?

Tahun 2002, Panglima (Alm) Adi P mengutus saya untuk mengawal seorang mahasiswa. Kautsar namanya. Saya mengenalnya sebagai aktifis SMUR. Kautsar berada di daerah Paseh, Juli untuk melakukan investigasi korban-korban pelanggaran HAM akibat konflik yang berkepanjangan di Aceh. Daerah ini terkenal sebagai basis GAM, otomatis angka pelanggaran HAM juga tinggi. Untuk mendukung kelancaran pekerjaan itu, Bang Adi sebagai Panglima Sagoe Juli meminta saya memberikan jaminan keamanan kepada Bang Kautsar.

Bagaimana sosok bang Kautsar menurut saya?

Sebelum bertemu, saya sudah sering mendengar namanya dan membaca dikoran. Saya membayangkan sosoknya tinggi besar. Bergaya ala pejabat sebagaimana kebanyakan anak pejabat.

Saya kaget, ternyata ia bertubuh kecil dan sangat kurus. Gaya berpakaian cuek dan apa adanya.

Apakah saya mempunyai kesan khusus tentang sosok bang Kautsar?

Tentu saja saya punya kesan khusus terhadapnya. Saya sempat khawatir dimana dia akan menginap. Makanan apa yang sesuai dengan seleranya. Saya terharu, Bang Kautsar tidak menuntut macam-macam. Justru dia mau berjuang dan hidup susah bersama kami pasukan TNA. Saya masih tidak percaya, jaman sekarang masih ada orang yang meninggalkan hidup mewah dan memilih susah demi rang lain. Saya tambah semangat dalam memperjuangkan nasib bangsa Aceh.

Hari-hari senggang, kami banyak ngobrol tentang Bireuen yang kaya raya dan strategis. Menurut Bang Kautsar, Bireuen harus lebih maju dari sekarang.

Bang Kautsar murah hati dan tidak sombong. Anak muda pekerja keras. Ia menghabiskan masa muda nya hanya untuk nasib kami rakyat Aceh. Itu kebanggaan terbesar saya karena pernah mengenal bang Kautsar. Setelah menyelesaikan pekerjaanya, Bang Kautsar kembali ke Banda Aceh.

Setahun kemudian kami kembali bertemu. Kala itu Aceh dalam masa Darurat Militer. Bertemu di puncak gunung daerah Pungki, Salah Sirong. Di kecamatan Jeumpa, Bireuen. Kami sama-sama dalam pengejaran aparat TNI. Bang Kautsar dalam pendakian sambil membawa satu goni beras, logistik kami di hutan. Saya terkejut badan kurusnya mampu melakukan itu. Mengingat ia bukanlah seorang tentara seperti kami.

Hari ini Bang Kautsar mencalonkan diri sebagai Calon Anggota Legislatif, DPR Aceh, dari Dapil Bireuen. Semenjak dulu, kehadiran bang Kautsar di Bireuen membawa harapan besar . Dulu Bang Kautsar dalam kondisi senang pergi berjuang bersama kami. Maka sekarang saya akan mendukung bang Kautsar. Agar MoU Helsinki yang menjadi cita-cita kami rakyat Aceh, khususnya saya pribadi, dapat terealisasikan dengan sempurna.

Saya berdo’a, bang Kautsar diberi izin oleh Allah swt, terpilih menjadi anggota DPRA. Amin.

Oleh Abdul Hanif (Don), mantan anggota TNA.