Politik Pemuda : Tulisan untuk Musyawarah Daerah KNPI Aceh.

Pemuda mendirikan Indonesia. Pemuda mendirikan Singapura. Republik Rakyat Cina juga didirikan Pemuda. Pemuda aktor utama kemerdekaan dan kemajuan negara-negara dunia.

Sejarah modern perjuangan Aceh juga dibangun diatas fondasi pemuda. Dimulai dari Daud Beureueh muda dengan organisasi Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA). Dilanjutkan oleh   pemuda yang mengatasnamakan Gerakan Aceh Merdeka, mendeklarasikan kemerdekaan Aceh di gunong Halimun 1976. Gerakan reformasi Indonesia di Aceh 1998-1999 dan gerakan referendum Aceh yang dicetus melalui sebuah musyawarah mahasiswa-pemuda Aceh se-rantau. Aceh adalah untaian sejarah perjuangan pemuda.

Demokrasi liberal dan dinamika  politik perjuangan di Aceh telah mengantarkan para pemuda mendominasi struktur politik, ekonomi, birokrasi dan kekuasaan. Secara kuantitatif, evolusi eksistensi pemuda memperlihatkan kemajuannya. Dibanding era sebelumnya, jabatan publik yang bisa diisi pemuda hanya ketua pemuda gampong, ketua organisasi kepemudaan dan paling hebat adalah ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia – KNPI. Selebihnya dijabat oleh orang yang sudah berusia minimal empat puluh lima tahun.

Kualitas peran pemuda penting untuk terus ditingkatkan. Dominasi jumlah pemuda menduduki jabatan publik serta politik belum mampu memberi warna kontras pemuda yang identik dengan terobosan baru, maju dan bermamfaat bagi masyarakat banyak. Pemuda terjebak dalam budaya pop dan konsumeristik dari pada sesuatu yang menginspirasikan baik di tingkat pikiran mahupun prilaku.

Budaya pop masuk terlalu jauh dalam prilaku politik pemuda. Hal ini terlihat dari aktifitas politik pemuda yang terasa kosong dan artifisial. Para pemuda kejar mengejar meraih jabatan yang hanya memiliki arti “wah” sebuah jabatan tanpa kemudian mampu menciptakan terobosan atau imajiner baru dalam bermasyarakat dan bernegara. Para pemuda hanya mampu menempelkan wajah mereka pada baliho-baliho dipinggir jalan dengan ucapan selamat berpuasa dan hari raya dari pada melahirkan gagasan baru untuk menjadi platform perjuangan bersama membawa Aceh pada gerak yang lebih maju secara kualitatif.

Dari Mana Pemuda Harus Bergerak ?

Tentu pemuda harus memulainya dari kesatuan terkecil. Di tingkat gampong ada organisasi pemuda gampong. Di tingkat kabupaten ada organisasi kepemudaan. Di kampus ada organisasi mahasiswa dan kelompok studi akademisi muda. Di tingkat propinsi semua organisasi-organisasi ini berhimpun.

Paling mudah, pemuda harus memulainya dari organisasi yang sudah berwadah. Organisasi yang sudah populer dan terstruktur. Adalah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang mewadahi berbagai organisasi kepemudaan serta memiliki cabang di setiap kabupaten/kota di Aceh bisa menjadi titik awal memulai gerakan politik pemuda.

Banyak orang pasti meragukan kemampuan KNPI melakukan terobosan ini karena sejarah berdirinya KNPI tidak berlatar belakang gerakan perjuangan. KNPI adalah bentuk koptasi kekuasaan orde baru atas organisasi kepemudaan. Kiprah KNPI dipentas politik dan bernegara tidak layak disebut sebagai front pemuda perjuangan. KNPI senantiasa tidak hadir dalam setiap even perubahan Indonesia. KNPI selalu minim akan gagasan apalagi dalam gerak. Fungsinya dalam kekuasaanpun tak lebih hanya stempel angguk dan tidak memberi warna apapun kecuali kepentingan kecil para pengurusnya untuk mendapat tiket politik dari partai-partai politik.

Meski demikian, selalu ada harapan dari pemuda berpikiran maju supaya KNPI bisa mentransformasi diri menjadi organisasi pemberi warna akan sesuatu yang lebih maju dalam bernegara dan bermasyarakat. KNPI bisa melakukan ini karena pada organisasi ini berhimpun pimpinan-pimpinan organisasi pemuda, baik yang berafiliasi ke partai politik mahupun yang berdiri sendiri. Artinya, organisasi ini dekat kepada mesin perubahan dalam masyarakat modern dan liberal.

KNPI Aceh sebentar lagi akan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) yang akan melahirkan kepengurusan baru. Harapannya ada ide-ide baru peran politik pemuda dalam dinamika perjuangan Aceh yang tak pernah selesai. Ide baru diluar hal-hal yang berkaitan dengan  kuota pemuda, diluar hal-hal yang berkaitan dengan harapan penglibatan pemuda oleh negara.

KNPI Aceh yang baru harus memiliki kemampuan merangkul semua elemen pemuda berpikiran maju. KNPI baru harus menjadi rumah bagi politisi muda yang akan mewarnai gedung parlemen Aceh kedepan. Menjadi rumah bagi birokrat muda berprestasi dan berdedikasi. Menjadi rumah bagi usahawan muda yang punya cita-cita akan kebangkitan ekonomi Aceh. Menjadi rumah  bagi pemuda cerdas dan pengabdi. Akhirnya KNPI aceh harus menjadi rumah besar dan inspirasi bagi pemuda-pemuda gampong di Aceh.

Dibutuhkan kejernihan pikiran para peserta Musda akan perlunya terobosan baru KNPI. Yang diperlukan KNPI kedepan adalah sosok pemuda yang berani, cerdas dan mampu bekerjasama dengan semua komponen baik di Aceh mauhupun ditingkat nasional Indonesia. Sebagai penutup tulisan ini, saya ingin mengutip pesan dari Pramoedya Ananto Toer, “Kalian pemuda, kalau kalian tidak punya keberanian, sama saja dengan ternak karena fungsi hidupnya hanya beternak diri”.    Wallahualam