Tentang Jembatan Kebenaran.

“Cogito Ergo Sum. Saya berfikir maka saya ada.” Begitulah ungkapan Rene Descartes (1596-1650 M). Seorang bapak pendiri filsafat moderen dari Perancis. Sosok yang memberi metodologi pada ilmu filsafat. Descartes memulai dari mempertanyakan semua hal termasuk dirinya sendiri. Ungkapan Descartes merasuk dalam fikiran saya. Dan, saya memahaminya begini “tulislah pikiran-pikiran itu supaya tidak hilang. Sampaikan pikiran-pikiran […] Seterusnya

Petani dan Zikir.

Tugas pokok Pemeritah Aceh pasca MoU Helsinki terdiri dari empat hal besar; pertama, rehabilitasi dan rekontruksi Aceh pasca tsunami dan konflik. Kedua, tanggungjawab ideologis merealisasikan semua butir-butir perjanjian damai GAM-RI kedalam perundang-undangan Indonesia sehingga sepenuhnya dapat dilaksanakan di Aceh. Ketiga, melaksanakan tanggungjawab pemerintah memberikan pelayanan publik yang prima dan optimal. Keempat, memajukan perekonomian rakyat sehingga […] Seterusnya

Pekan Kebudayaan Aceh.

Pekan Kebudayaan Aceh VI (PKA) tidak lengkap tanpa kehadiran acara sabung ayam/peulet manok, peupok leumo/adu lembu dan geudeu-geudeu/gulat aceh. Bukankah semua tradisi tersebut bagian dari produk kebudayaan Aceh masa lalu? Ada budayawan mempersoalkan kebudayaan Aceh yang semakin hari tak lagi fungsional.  Masyarakat bergerak menjauh dari tradisi kebudayaan lama. Misalnya, di dapur tidak ada lagi rengkan, […] Seterusnya

Teuku Soelaiman & Mogok Massal.

Tiga hari yang lalu. Dalam persinggahan menunggu kepastian tiket Medan-Jakarta dari calo di terminal keberangkatan dalam negeri Polonia, Medan. Disela-sela menunggu jadwal buka puasa yang tinggal setengah jam lagi. Tiba-tiba saya berpas-pasan dengan Nurdhahri Ibrahim Naim yang kebetulan duduk dibelakang saya di deretan kursi ruang tunggu luar bandara Polonia. Saya tak mengenal lagi Nurdhahri Ibrahim […] Seterusnya

Keumamah dan Hiu; Warung Nasi.

Ada orang tidak sanggup makan ikan Hiu karena identik dengan hewan pemakan manusia. Meski demikian, tidak sedikit orang Aceh yang suka. Di beberapa tempat, khususnya kampung pedalaman mengklasifikasikan ikan hiu sebagai makanan mewah. Begitu orang pedalaman mengkategori ikan laut. Di pesantren tempat sekolah saya dulu, menjadwalkan sajian ikan hiu khusus pada hari rabu. Hari tersebut […] Seterusnya

Self Government dan Pertarungan Politik dalam Kesepahaman Bersama Antara GAM dan RI

Keinginan dialog pemerintah Indonesia dengan GAM adalah kebijakan yang memuaskan semua pihak. Masyarakat Aceh sudah menunggu proses tersebut bisa terjadi sejak dua tahun lalu. Suara-suara perdamaian yang disuarakan oleh setiap komponen peduli Aceh selama ini telah menampakkan kemajuan yang menggembirakan. Kendatipun demikian perjalanan perdamaian belumlah semulus yang diharapkan. Komponen sosial masyarakat dan masyarakat politik di […] Seterusnya