Konsolidasi Daerah II Bireuen.

Foto Rapat Konsolidasi Daerah Bireun II
Foto Rapat Konsolidasi Daerah Bireun II

Sehubungan dengan pelaksanaan Pemilu yang semakin dekat, Komite Peralihan Aceh (KPA) Daerah II Bireuen menggelar rapat daerah. Rapat dilansungkan di kantor Partai Aceh Wilayah Bireuen. Rapat ini dipimpin lansung oleh Cut Abang selaku Panglima Daerah dan dihadiri oleh 11 panglima sagoe yang terhimpun dalam kecamatan Jeumpa, Kuala, Juli, Kota Juang dan Peudada.

Rapat Daerah digelar khusus pada Rabu, 11 Desember 2013, untuk sinergisasi pemenangan Caleg (Calon Legislatif) DPRA. Seluruh jajaran panglima sagoe di daerah II bersepakat bekerja sungguh-sungguh memperjuangkan Leli Wahyuni (nomor urut satu) dan Kautsar, S.HI (nomor urut 3) supaya berhasil menduduki kursi DPRA.

Dalam amanatnya Cut Abang menyampaikan, “bahwa kerja memenangkan dua kandidat ini adalah wajib dan perintah organisasi. Sebagai mantan kombatan kita tidak diperintahkan untuk berpolitik. Mantan kombatan bukan politisi, tetapi pekerja yang selalu siap dan patuh pada arahan politik pimpinan. Siapapun yang tidak siap silakan mundur dari jabatan, berikan kesempatan mengabdi kepada teman-teman yang lain”.

Rapat ini turut mengundang Leli Wahyuni dan Kautsar. Kepada dua Caleg ini Cut Abang memesankan supaya membangun tim sukses masing-masing dari kalangan unsur masyarakat non KPA yang kemudian akan disokong dan dikoordinasikan dengan tim pemenangan KPA sehingga terjadi kerjasama yang erat semua unsur lapisan masyarakat.

Konsolidasi Daerah Bireuen II
Foto Rapat Konsolidasi Daerah Bireun II

Dalam waktu dekat, KPA akan membuat pertemuan-pertemuan kecamatan dalam cakupan kerja Daerah II untuk memperkenalkan Caleg yang ada, baik DPRK mahupun DPRA. Pertemuan ini nantinya turut mengundang tokoh-tokoh masyarakat dalam setiap kecamatan.

Kepada Caleg Cut Abang menekankan supaya tidak membuat komitmen apapun dengan organisasi atau kelompok masyarakat tertentu. Apalagi komitmen yang bersifat materi. Jika nanti terpilih, Caleg yang dicalonkan duduk di parlemen nanti adalah mewakili jamaah politik dan bukan individu. Untuk itu, Caleg nantinya harus tunduk dibawah arahan partai bukan kepentingan dan arahan pribadi.

Harapan Cut Abang, kedepan kita akan selalu duduk seperti ini minimal setahun dua kali untuk perumusan aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui sagoe-sagoe setempat untuk diperjuangkan dalam pemerintahan Aceh.