Ideolog Revolusioner Yang Setia Kawan

Alexander Zulkarnaini

Kautsar itu dari dulu sudah memiliki bakat sebagai ideolog, visioner, terkadang revolusioner. Sehingga banyak teman yang tidak paham dengan pola pikir Kautsar saat itu. Satu hal; Kautsar dikenal sangat berani, namun ia sangat santun dan bersahaja. Sama sekali tidak menunjukkan ia sebagai anaknya Ketua DPRD TK I Aceh. Saat itu Abu Yus (Nama panggilan Muhammad Yus).

Dalam hal semangat, ia dikenal mampu menggugah orang-orang disekelilingnya. Bagi saya Kautsar sangat peduli. Walaupun terhadap pacar –saat itu- terkadang ia cuek. Saya sempat turun tangan membantu, agar mereka tidak berpisah saat itu.

Hal lain yang saya ingat ; ketika saya boncengi Iyak (kini sudah menjadi isteri Kautsar –red) dan mengenalkannya pada Kautsar. Ketika itu Kautsar sedang mogok makan di FKIP lama (sekarang Gedung AAC Dayan Dawood -Red). Tidak disangka, akhirnya orang ini justru jadian. Hal ini membuat Fitrah –pacarnya sebelum Iyak- sangat marah dan menyalahkan saya.

Ingat juga ketika saya dan Kautsar ganggu Iyak. Waktu itu kami janji nonton ber-empat (Saya, Iyak, Kautsar, dan Fitrah).Tapi kami duduk terpisah karena waktu datang yang tidak sama. Saat selesai nonton bioskop, Iyak baru tahu kalau kami sudah ada di bioskop setelah filmnya selesai. Padahal saat itu Iyak duduknya pas di depan kami. Iyak kesal kali saat itu.

Dulu, Kautsar sering ke Cadek, kumpul bersama saya dan Bang Ito.Tidak jarang juga nginap dengan kami.Yang paling saya ingat adalah ketika Kautsar dengan Fitrah, mengunjungi saya di Cadek. Saya Demam, mereka berdua memijat kepala dan kaki sampai sore, dan baru pulang setelahnya.

Yang penting, siapapun Kautsar, hari ini dia tidak berubah, dan masih seperti dulu.

Zulkarnaini. Sahabat semasakuliah di UIN Aceh, Mantan Ketua BEM Ushuluddin, UIN Aceh. Sekarangsalah seorang  Purek di UTU, Meulaboh.