Kekalahan Ahok dan Pesimisme Demokrasi

Ada suara pesimis dengan demokrasi Indonesia lantaran Ahok kalah di Pilkada Jakarta. Menurut suara-suara ini, demokrasi Indonesia sedang berbalik kebelakang.  Dimana pluralisme dan kebebasan ada dalam ancaman. Indonesia kembali ke politik sektarianisme agama. Anti kepada agama selain Islam. Setiap perbedaan selalu dipatahkan lewat tuduhan kafir, liberalisme, sekulerisme serta banyak stigma lain yang mudah diadu dengan […] Seterusnya

Perjuangan Demokrasi Indonesia vs Perjuangan Aceh; Terawangan Masa Lampau

Tulisan ini sengaja ditulis mengenang gerakan reformasi Indonesia sembilan belas tahun lalu. Terima kasih kepada teman-teman yang sudah terlibat di tahun-tahun yang berpeluh tanpa keluh. — Mana lebih penting; isu pembangunan demokrasi nasional atau pembebasan lokal? Pertanyaan ini kerap jadi perdebatan dikalangan pejuang demokrasi Aceh. Pikiran yang berkembang saat itu, kita tak perlu ambil pusing […] Seterusnya

Liberalitarian, Kapitalisme dan Sekulerisme dari Ruang Kelas

Pagi di awal Oktober 2016. Satu kelompok yang terdiri dari enam mahasiswa mendapat giliran mempresentasikan tulisan tentang Perbandingan Hukum: Common Law dan Civil Law. Keduanya mengenai sistem hukum di Eropa. Juru bicara kelompok memaparkan keagungan hukum barat yang menjadi rujukan atau diadopsi oleh negara-negara yang pernah dijajahnya. Negara bekas jajahan Inggris (commonwealth) menerapkan Common Law, dan […] Seterusnya

Berkaca ke Pilkada 2006; H2O versus Irwandi

Pilkada 2006, hampir tak ada yang mengatakan kalau pasangan Humam Hamid-Hasbi Abdullah akan kalah dalam pilihan raya yang pertama digelar secara langsung di Indonesia. Bagi Aceh, menjadi lebih istimewa karena pemilihan raya ini pertama kali dilakukan setelah penandatanganan damai antara pemerintah dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Pasangan Humam-Hasbi, disingkat H2O menang di pencitraan tingkat atas. […] Seterusnya

Makan, Makanan.

Hampir setiap penyakit pada manusia disebabkan asupan makanan kedalam tubuh. Disanalah nikmat dan malapetaka berkontradiksi. Bisa jadi nikmat membawa sengsara atau sengsara membawa nikmat.  Konsep berkeadilan, proporsional, moderat, tidak berlebihan dan berkeseimbangan dibutuhkan setiap individu, supaya kenikmatan makanan menjadi kenikmatan yang sebenarnya. Ketika pasien mengunjungi dokter, perihal pertama yang diperiksa ialah darah dan air seni. […] Seterusnya

Cadar, Sarung, dan Kupiah; Puritanisme Versus Modernisme

Semester pertama kuliah di IAIN Ar-Raniry (sekarang UIN Ar-Raniry) saya dikejutkan dengan pernyataan dosen muda pengasuh mata kuliah Dirasah Islamiyah. Beliau melarang mahasiswa memakai kupiah dan cadar. “Saya akan minta mereka menanggalkannya, atau jangan masuk mata kuliah saya”, Kata beliau dalam ruangan saat memulai kuliah pertama. Saya terperanjat. Bertanya dalam pikiran, salah apa dengan kupiah dan […] Seterusnya