Makan, Makanan.

Hampir setiap penyakit pada manusia disebabkan asupan makanan kedalam tubuh. Disanalah nikmat dan malapetaka berkontradiksi. Bisa jadi nikmat membawa sengsara atau sengsara membawa nikmat.  Konsep berkeadilan, proporsional, moderat, tidak berlebihan dan berkeseimbangan dibutuhkan setiap individu, supaya kenikmatan makanan menjadi kenikmatan yang sebenarnya. Ketika pasien mengunjungi dokter, perihal pertama yang diperiksa ialah darah dan air seni. […] Seterusnya

Cadar, Sarung, dan Kupiah; Puritanisme Versus Modernisme

Semester pertama kuliah di IAIN Ar-Raniry (sekarang UIN Ar-Raniry) saya dikejutkan dengan pernyataan dosen muda pengasuh mata kuliah Dirasah Islamiyah. Beliau melarang mahasiswa memakai kupiah dan cadar. “Saya akan minta mereka menanggalkannya, atau jangan masuk mata kuliah saya”, Kata beliau dalam ruangan saat memulai kuliah pertama. Saya terperanjat. Bertanya dalam pikiran, salah apa dengan kupiah dan […] Seterusnya

Onani, Revolusi, dan Online

  Kadang kita berpikir nakal. Bahkan tentang sesuatu yang “tabu”; Apakah ayah kita pernah melakukan onani?. Apakah kakek kita juga pernah melakukannya?. Jika “ya”, apakah mereka melakukan sesederhana yang kita bayangkan? Teman-teman saya di Tsanawiyah melakukan onani dengan reka ulang imajinasi sesuai stensilan yang mereka baca. Periode selanjutnya foto dan film porno juga ikut membantu. […] Seterusnya

Pendapat Akhir Fraksi Partai Aceh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh

PENDAPAT AKHIR FRAKSI PARTAI ACEH DEWAN PERWAKILAN RAKYAT ACEH  TERHADAP RANCANGAN QANUN ACEH TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA ACEH TAHUN ANGGARAN 2014    DISAMPAIKAN OLEH :  KAUTSAR, SH.I   DALAM RAPAT PARIPURNA – 5 MASA PERSIDANGAN II DEWAN PERWAKILAN RAKYAT ACEH 13 Agustus 2015     Bismillahirrahmanirrahim Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh  Alhamdulillahillazi hadana lihaza […] Seterusnya

Masa Depan Demokrasi dan Kepemimpinan Aceh

Pada sistem otoriter, negara menandakan selera pemegang kekuasaan. Pada sistem demokrasi, negara adalah perwakilan kebudayaan rakyat. Pemerintahnya jadi bayangan lansung karakter masyarakat pemilih. Memperbaiki demokrasi di negara demokratis adalah memperbaiki kebudayaan masyarakatnya. Saya ingat pernyataan Presiden Soeharto diujung kekuasaan orde baru, ketika ditantang membangun demokrasi liberal. Dia menjawab, “Masyarakat Indonesia belum siap dengan demokrasi barat”. […] Seterusnya

Dinamika Koalisi Politik

Teman saya, Zirhan, kader Partai Aceh dari Aceh Selatan, pernah berkomentar pada tulisan saya berjudul Koalisi dan Kompromi. Menurutnya, membentuk koalisi lebih mudah daripada menjaganya. Membangun koalisi antar partai politik tidak semudah membangun koalisi sesama gerakan mahasiswa atau masyarakat sipil non partai politik..