Atjeh Butuh Pemuda Yang Visioner

Komar Yusuf. Ureueng Aceh di Jawa jpg

Bicara tentang Aceh, bagi saya tak kan pernah habisnya. Walaupun saya tak lahir dan besar di sana, Aceh adalah bagian terpenting dalam hidup saya. Ayah saya yang asli Aceh sering, bahkan hampir tiap minggu, mengajak ke Aceh. Dua tempat yang tak mungkin lekang; Krueng Mane dan Bireuen.

Masa itu, Aceh tak seperti sekarang. Makna kehidupan banyak sekali saya dapat disana. Banyak kisah, dari proses pembangunan Aceh, yang bahkan hingga saya dewasa tak tersentuh. Harapan demi harapan akan pembangunan Aceh akhirnya dapat terwujud. Dengan adanya Perjanjian Helsinki sebagai tahap awal perubahan di Aceh.

Harapan perubahan itu tertanam pada semua rakyat Aceh. Saya mengenal seorang pemuda, walaupun secara fisik kami tak pernah bertemu. Mengenal lewat tulisan-tulisannya di dunia maya. Tulisan-tulisan itu begitu cerdas, menggelitik orang yang membacanya untuk terus mengikuti apa yang dia mau.

Kautsar. Demikian nama pemuda itu. Facebook telah mempertemukan dunia pemikiran kami. Pemikiran-pemikiran yang visioner namun memiliki bahasa membumi, menjadikan dia Tokoh Muda Aceh yang patut diperhitungkan di Masa depan. Aceh ke depan butuh orang-orang yang bervisi cerdas seperti ini. Kautsar tokoh muda Atjeh yang memiliki visi pembangunan aceh masa depan yang lebih baik.

Komar Yusuf, ureueng Aceh yang menetap di pulau Jawa.