Selamat Datang Mahasiswa Baru di Kampus Perlawanan Rakyat

Lima belas tahun lalu, kalimat diatas menjadi tulisan selembar spanduk yang digantung di pintu gerbang Darussalam. Tepatnya, disimpang jalan Inong Balee, depan fakultas ekonomi Unsyiah. Spanduk itu ditulis oleh Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR) dalam rangka menyambut peserta Ordikmaru (Orientasi Pendidikan Mahasiswa Baru) yang dilaksanakan abang-abang pengurus senat Unsyiah dan IAIN Ar-Raniry. Senat Mahasiswa, sebutan […] Seterusnya

Zikir dan Quo Vadis 9 Tahun Damai Aceh

Tulisan ini kesimpulan diskusi terbuka yang dilaksanakan The Aceh Institute di café Three In One, Banda Aceh, 18 Agustus 2014. Memperingati sembilan tahun perdamaian Aceh.   *** Sembilan tahun damai Aceh masih meninggalkan pekerjaan rumah yang belum selesai. Menurut Yarmen Dinamika, sampai hari ini tujuh puluh persen kesepakatan pemerintah dan GAM di Helsinki telah terealisasi. […] Seterusnya

Kemerdekaan

‘Kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa’. Merupakan pikiran dasar Bung Karno mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia 69 tahun yang lalu. Mungkin hampir sama seperti pikiran Hasan Tiro yang mendeklarasikan kemerdekaan Aceh pada 1976. Kehendak untuk merdeka adalah hak asasi manusia, pikiran semua manusia yang berjiwa dan berpikiran bebas. Indonesia dijajah Belanda sejak berdirinya VOC pada 1630 M. […] Seterusnya

Starbucks dan Memori Perdamaian Aceh

Banyak cara membangkitkan kenangan. Apalagi sesuatu yang penting bagi banyak orang. Seperti yang sedang saya lakukan, memperingati sembilan tahun perdamaian Aceh dengan mengunjungi sebuah tempat special. Tempat yang punya tersendiri bagi saya, saban tahun di tanggal15 Agustus. Tempat itu sebuah simbol kapitalisme dunia. Barometer negeri yang ramah dengan agenda globalisasi ekonomi. Tempat memorial itu warung […] Seterusnya

Nostalgia Perlawanan

Ada banyak cara orang Aceh bernostalgia tentang konflik di kampungnya. Kebanyakan orang Aceh –persis film Hindustan- senang dengan hal-hal bernuansa patriotik dan pengorbanan. Saya mencoba mengambil cara lain mengenang konflik dan sembilan tahun perdamaian Aceh. Tulisan ini saya dedikasikan untuk adik-adik di Komunitas Kotak Hitam yang bekerjasama dengan BEM FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu […] Seterusnya

Monolog

Politik itu ruang berisi, bukan ruang kosong. Bentuknya tidak tetap, berarti berubah-ubah. Supaya bisa disebut, sebuah ruang membutuhkan nama. Perlu garis, bundar, segi empat atau segi lima. Lalu, bentuk ini melahirkan eksistensialisme yang bisa melakukan apa saja. Termasuk membunuh teman, anak atau ayah kandungnya sendiri. Begitulah politik menerjemahkan diri dalam ruang besar kehidupan. Politik adalah […] Seterusnya