Kantongnya, Tangannya, Pikirannya

Pintu terbuka. Selang beberapa detik, seseorang muncul, menyodorkan tangannya kepada saya.  “Ardi”. Saya menyambut tangannya dan spontan meyebutkan nama sendiri. “Kautsar”. Demikian sosok tersebut menyebut dirinya. Itulah awal perkenalan saya dengan si “Abang”, demikian orang memanggilnya. Gaya kami berkenalan sama seperti orang lain pada umumnya. Abang adalah panggilan yang kami berikan khusus untuknya. Entah dia […] Seterusnya

Kautsar : Sang Inspirator

Sejak awal bergabung dalam aktivitas organisasi dan gerakan mahasiswa pada 2007, aku sudah mendengar nama Kautsar. Namun demikian, tidak pernah bertemu. Rasa penasaranku menggiring untuk melihat rekam jejaknya di media internet. Banyak tulisan ataupun berita-berita tentang aksi yang telah dia lakukan. Hal ini membuatku semakin kagum dan penasaran dengan sosok Kautsar sebenarnya. Bacaan-bacaan di media internet […] Seterusnya

Abang Kautsarku; Humoris dan Ringan Tangan

Bang Kautsar itu lucu dan santun. Tidak memilih dalam berteman. Tidak peduli tua atau muda. Bang Kautsar juga pemurah, tak segan menolong sesama, penyanyang dan punya rasa kekeluargaan yang besar terhadap orang lain. Tak peduli sesibuk apapun, Bang Kautsar  pasti bersedia mendengar keluh kesah kita. Mudah diajak bicara. Yang sering membuat kita lega adalah; setiap […] Seterusnya

Pak Mawardi Nurdin dan Penundaan Pilkada Aceh

Seorang pengusaha Cina asal Singapura bertanya kepada saya – pada acara ta’ziah malam pertama meninggalnya bapak Mawardi Nurdin di kediaman dinas wali kota Banda Aceh-. “Apa kelebihan Pak Mawardi, sehingga dia harus dikenang?”. Saya bingung, terlalu banyak kelebihannya. Belum saya menjawab, Cina itu sudah duluan menyodorkan jawabannya, “Pak Mawardi punya banyak relasi. Dia membangun Banda Aceh […] Seterusnya

Atjeh Butuh Pemuda Yang Visioner

Bicara tentang Aceh, bagi saya tak kan pernah habisnya. Walaupun saya tak lahir dan besar di sana, Aceh adalah bagian terpenting dalam hidup saya. Ayah saya yang asli Aceh sering, bahkan hampir tiap minggu, mengajak ke Aceh. Dua tempat yang tak mungkin lekang; Krueng Mane dan Bireuen. Masa itu, Aceh tak seperti sekarang. Makna kehidupan […] Seterusnya

Kautsar sebuah Curriculum Vitae Politik

Dari sedikit politisi yang saya kenal di Aceh, Kautsar salah satu yang paling konsisten curriculum vitae-nya dalam memori saya. Setiap menyebut atau namanya disebut, itu berarti sesuatu yang terkait dengan politik. Tidak lebih dan kurang dari itu. Dari saya masih pelajar kelas akhir pada saat Suharto jatuh dan mulai terhasut politik, berlanjut mengenalnya sebagai kakak […] Seterusnya